CONTOH FILOSOFI LOGO DAN PEMBUATAN LOGO
Filosofi Logo
"Ngabogarasa"
Logo Ngabogarasa dirancang bukan sekadar sebagai penanda visual, tapi sebagai mantra diam-diam — menyuarakan nilai budaya, spiritualitas, dan arah masa depan meski tanpa kata-kata.
1. Bentuk Dasar: Terinspirasi Aksara Kaganga Sunda
Struktur huruf yang diolah menyerupai gaya aksara Kaganga menampilkan akar tradisi.
Lengkungannya dibuat halus dan organik, menggambarkan kesantunan, rasa hormat, dan aliran ilmu yang tak terputus.
Bentuk ini mengajak orang untuk “membaca” rasa, bukan hanya tulisan.
2. Monogram “NG”: Awal Sebuah Rasa
Huruf “NG” mewakili Ngabogarasa — bukan hanya sebagai nama, tapi sebagai lambang proses merasakan, merenungkan, dan membagikan rasa.
Disusun saling menyambung, seolah menyimbolkan keterhubungan antara iman, rasa, dan harapan.
3. Garis Menurun dan Menanjak
Garis lembut ke bawah menggambarkan akar tradisi dan kerendahan hati. Tarikan ke atas melambangkan aspirasi masa depan dan spiritualitas yang naik ke langit. Keseimbangan dua arah ini menunjukkan hidup sebagai perjalanan naik-turun yang tetap bermakna.
4. Kesederhanaan yang Dalam
Tidak menggunakan ornamen rumit, logo ini mengedepankan kesederhanaan sebagai cerminan kebijaksanaan. Seolah menyiratkan: "Semakin sedikit yang ditampakkan, semakin banyak yang bisa dirasakan."
5. Rasa yang Diam Tapi Nyaring
Filosofi inti: logo ini bisa berbicara tanpa suara, seperti doa yang tulus, atau makanan yang menggugah tanpa harus dijelaskan.
Dalam setiap guratan, ada harapan untuk menyampaikan pesan yang menyentuh batin. Terkadang membuat logo yang menyimpan rasa itu seperti menyusun puisi yang bisa di rasa oleh pembaca walaupun tidak di ucapkan dalam ucapan

Posting Komentar
0 Komentar